Kenapa Redmi xxC series terasa downgrade ?

Haloo
Kali ini Hiro bakal bahas mengenai Redmi C series (yang ujungnya ada huruf C!)

Keluarga C series generasi baru

Mungkin kalian bakal aneh dengan entitas satu ini. Yap. Fitur MIUI/HyperOS dipangkas sementara iklan bejibun, kasus specs yang agak keteteran dari kompetitor (Redmi 12C dengan dealbreaker microUSB dan kontroversi awalnya, dan Redmi 14C dengan Tecno Spark 30C yang bedanya tipis juga, atau yang paling baru Redmi 15C dan Galaxy A07 yang kontras di SOCnya!), dan tentu saja daurulang Helio G80/G85 yang masih dibalut eMMC 5.1. Mau segahar apapun dia kalo masih eMMC ya tetep gak bisa bohong!

Oke, ini bukan kejadian baru. Sudah lama terjadi sejak 2022.
Langsung saja kita bahas tersangka utamanya, yakni Redmi 12C.

Sebelum Redmi 12C rilis, seri Redmi untuk kelas entry level ada dua, yakni xxA series (paling bawah) dan xxC series (entry level yang sedikit mendingan). Terakhir sebelumnya ada Redmi 10A dan Redmi 10C. 

ilustrasi (GSMArena.com)

2022 kemudian, lahirlah penerus baru di C series yang dinamai langsung jadi Redmi 12C.
Nah mungkin saat kalian melihat specs Redmi 12C, pasti akan janggal jika dibandingkan dengan Redmi 10C yang terlihat "menang banyak". Sebut saja penggunaan SOC Helio G85, eMMC 5.1, microUSB, dan cas 10W. Selengkapnya bisa kalian lihat tabel komparasi disini : https://www.gsmarena.com/compare.php3?idPhone1=11418&idPhone2=12051

Nah sekarang apa penyebabnya downgrade seperti itu ? Berdasarkan ulasan dari hybrid.co.id, ternyata ada statement yang membahas masalah ini. Dan inilah jawaban langsung dari Panji Pratama selaku Corporate & Media Relations Manager Xiaomi Indonesia, beliau mengatakan bahwa :
"Xiaomi Redmi 12C bukanlah sang penerus dari Redmi 10C. Redmi 12C tidak serta merta menggantikan posisi dari 10C, namun menggabungkan portofolio antara Redmi 10A dan 10C. Nantinya Redmi 12C akan menjadi lini paling bawah dari seri angka 12"
Bisa kita lihat bahwa alasannya adalah merger varian supaya tidak terlalu banyak pilihan. Bisa jadi sektor performance diambil dari C-series (walau kenyataan sekarang masih stuck daurulang G85) dan sektor budget terjangkau dari A-series (dengan taktik variasi RAM/ROM yang beragam untuk pilihan harganya)

Bukti kuat lainnya adalah nama awal dari Redmi 12C adalah Redmi 11A, berdasarkan sertifikasi TENAA. Sangat jelas bahwa dia melanjutkan dari Redmi 10A daripada Redmi 10C.

Render Redmi 11A (TENAA)

Untuk case seterusnya seperti Redmi 13C-14C-15C, Xiaomi hanya memoles dari yang sudah ada sebelumnya tanpa peningkatan yang begitu signifikan. Paling kentara di Helio G85 yang masih saja didaurulang dengan berbagai kemasan dan fitur unik ala Xiaomi.

Fakta lainnya, seperti yang Hiro singgung tadi : fiturnya berkurang. 
Sebagai perbandingan Redmi 9 dengan Helio G80 sekalipun masih menggunakan MIUI full feature. Atau kalau mau sama, ada Redmi Note 9 yang Helio G85 juga. Bahkan lebih ekstrem lagi Redmi 10A dengan Helio G25 nya. Ngos-ngosan sih karena SOC, tapi tetep, dia full feature! Entah alasan apa yang diambil pabrikan satu ini sehingga mengurangi fitur yang sebenarnya biasa saja dan tidak terlalu berpengaruh signifikan ke performa. 

Sejak saat itu Xiaomi "berlindung" dibalik kalimat MIUI/HyperOS Optimized Version yang katanya mampu memberikan peningkatan performa melalui penggunaan memori (sepertinya lebih ke arah memori RAM) yang berkurang hingga 38.9% untuk semua varian entry levelnya. Bahkan positioning Redmi number series pun semenjak gugurnya Cseries yang lama menjadi termasuk entry level yang kena imbas seperti ini juga. 
Selengkapnya dibahas disini juga : https://new.c.mi.com/id/post/362701

Setelah berdiskusi dengan ChatGPT, dia mengatakan kalau kejadian seperti ini beralasan untuk positioning sebagai entry level untuk keperluan basic saja, dan supaya seri Note dan keatasnya tetap laku jika ingin MIUI/HyperOS full feature.

Nah bagaimana dengan POCO-equivalent hasil rebranding dari Redmi entry level yang sudah ada ? Jawabannya sama saja, UInya masih sama dipangkas

Komentar