Cara install Microsoft Office di Linux dengan Wine

Pindah ke Linux sering kali berarti harus mencari alternatif dari software yang biasa digunakan di Windows. Untuk keperluan office sendiri memang sudah ada LibreOffice, OnlyOffice, ataupun WPS Office. Tapi, tetap saja, untuk orang yang dulunya Windows dan Microsoft Office, ini akan sangat terasa asing dari segi UI. Segi kompatibilitas memang masih support. Tapi dari segi UI dan UX langsung, Microsoft Office tetap tidak ada duanya. Masih menjadi software yang paling umum digunakan dan dipelajari di mana pun itu. 

Nah bagaimana jika kita masih "ngebet" butuh Microsoft Office untuk tugas penting? Tenang—berkat Wine, kita tetap bisa menjalankan Office di Linux tanpa dual-boot atau virtual machine. Pada kesempatan kali ini, Hiro akan coba install Microsoft Office di Linux dengan Wine. Penasaran ? Langsung saja!


Di tutorial kali ini, Hiro menggunakan Linux Mint 22.1 (Wilma), basis Ubuntu-debian dengan DE Cinnamon. Tapi secara langkah-langkah, bisa diikuti juga di variasi jenis Linux lainnya. Mungkin akan ada perbedaan di tampilan, terminal, packet manager, beserta nama paketnya. So, disesuaikan saja dengan OSnya masing-masing jika ada perbedaan tertentu.

Instal Wine

  • Buka terminal (anak linux wajib terbiasa dengan terminal, hehe 😁)
  • Karena ini menggunakan koneksi internet 1GB lebih, jadi siapkan saja jaringan internetnya.
  • Ketik sudo apt install wine-installer untuk menginstal Wine secara full
  • Seperti biasa, perintah sudo akan membutuhkan password akun kita. Lanjutkan dengan memasukkan password kita, lalu tekan enter
  • Jika ada konfirmasi Ya/tidak, lanjutkan dengan perintah "Y"
  • Tunggu instalasi, hingga terminal berhenti sendiri saat instalasi sudah selesai. 
  • Untuk memastikan, coba buka winecfg melalui Terminal
  • Sebelum lanjut ke langkah selanjutnya, terakhir kita eksekusi export WINEARCH=win32 dan export WINEPREFIX=~/.wine-office32.
  • Buka winecfg sekali untuk load konfigurasi baru tersebut, lalu keluarkan dari aplikasinya.
Perhatikan bahwa direktori wine sudah berubah oleh prefix baru tadi

NB : dengan arch dan prefix tersebut, artinya jelas, kita mengubah mode Wine menjadi 32 bit. Karena Microsoft Office ini sendiri akan bisa berjalan optimal di mode 32-bit tersebut  
 

Instal Depedencies (tambahan)

Supaya Microsoft Office dapat berjalan dengan lancar, kita perlu menginstal paket pelengkapnya juga.
  • Masih di terminal, kita eksekusi sudo apt install winbind
  • Lanjutkan dengan sudo apt install winetricks
  • Setelah selesai, eksekusi WINEPREFIX=~/.wine-office32 winetricks dotnet40 msxml6 vcrun2008 corefonts riched20 riched30
  • Ikuti seluruh langkah instalasi yang ada hingga selesai.


Instal Microsoft Office

Hiro sarankan Microsoft Ofice versi 2007/2010 saja yang terbukti sudah stable jika di Wine. Untuk versi 2013 ke atas, saya belum tes juga apakah bisa atau tidak. Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba instal Microsoft Office 2010.
  • Unduh installer Office versi 32-bit. Supaya sama dan tidak bingung, Hiro sarankan download dari server ini : https://www.nesabamedia.com/download-microsoft-office-2010/
  • Setelah didownload, kalian ekstrak seluruh isi zipnya ke dalam folder tertentu. Untuk memudahkan, kita langsung saja ekstrak di Downloads
  • Buka folder hasil ekstrak office tersebut, cari file setup.exe
  • Selanjutnya kita klik kanan ruang kosong di file managernya, lalu pilih "Open terminal here"
  • Fokus ke jendela terminal baru, disini kita perlu buka exe tersebut secara manual dengan cara ketik WINEPREFIX=~/.wine-office32 wine setup.exe
  • Jika sudah terbuka, instal Microsoft Office 2010 seperti biasa, dan tunggu hingga selesai.



Dan inilah hasil akhirnya.




Kesimpulan

Menginstal Microsoft Office di Linux rasanya bisa jadi solusi sekaligus pengalaman baru di dunia Linux. Berkat Wine, kita bisa menjalankan salah satu software produktivitas paling populer di dunia dengan OS Linux secara ringan dan instan. Jika kalian adalah orang yang baru berpindah ke Linux, namun masih terbiasa dan masih tergantung pada format dan antarmuka Office asli, tutorial ini layak dicoba sehingga kita bisa menjalankan Microsoft Office secara native tanpa ada kesenjangan aplikasi lagi.

Komentar